KTI Kebidanan 4

KTI Kebidanan 4 GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR  DI EKS LOKALISASI KELURAHAN SEMAMPIR  KOTA KEDIRI

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang KTI Kebidanan

Jumlah terbesar wanita yang diperdagangkan di seluruh dunia berasal dari Asia. Perkiraannya berkisar dari 250.000 – 400.000 (30 %) dari angka perkiraan global. (http://www.Unicef.org/Indonesia/id/factsheet-CSEC Trafficking-indonesia-bahasa-indonesia.pdf:2008). Menurut Departemen Kesehatan RI, sebanyak 129.000 perempuan Indonesia merupakan pekerja seks komersial dibawah umur 18 tahun. Sementara data Badan Pusat Statistik menyebutkan 34,2 % perempuan Indonesia kawin muda dibawah 18 tahun.

KTI Kebidanan Berdasarkan kenyataan ini, kementrian urusan peranan wanita T.B Rachmat Santika menyimpulkan kawin muda yang banyak terjadi di Jawa Timur merupakan pemicu meningkatnya perdagangan perempuan (http://iwansains.wordpress.com:2007)  Perempuan diperdagangkan sebagai pekerja seks komersial. Dilihat dari aktifitasnya dan sering berganti pasangan berisiko tinggi tertularnya penyakit hubungan seksual yang dapat merangsang servik mengalami perubahan dan mengundang kanker dan dapat memicu timbulnya kanker servik. Kanker servik dapat ditanggulangi sejak dini jika ada deteksi awal, namun sayangnya masyarakat banyak yang tidak menyadari dan enggan untuk memeriksakan organ–organ yang rentan terkena kanker dan ini mengakibatkan peningkatan kejadian kanker servik. (http://www.indomedia.
com/bpost/022004/1/b-bungas/bungas5.htm:2004).

KTI Kebidanan Suatu penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi Alison Bish menemukan bahwa diantara para wanita yang menyadari bahwa tes tersebut menyelamatkan jiwa tetapi para wanita tersebut masih enggan untuk melakukan pemeriksaan pap smear (Evennett, Karen. 2003 : 11). Beberapa wanita yang khawatir mengenai kejadian kanker dengan sukarela serviks mau mengikuti pemeriksaan pap smear. (Evennett, Karen, 2003 : 8).
Kanker mempunyai insiden yang tertinggi di negara berkembang dan di Indonesia khususnya. Frekuensi relatif di Indonesia adalah 27% berdasarkan data patologik atau 16 % berdasarkan data rumah sakit. Lebih dari tiga perempat kanker ginekologik di RSCM adalah kanker serviks dan 62% diantaranya dengan stadium lanjut (stad II-III ) dan ia merupakan penyebab kematian kanker ginekologik yaitu 66% (FKUI, 2000 : 97).
Sedangkan Insiden kanker servik di Kota Kediri juga menempati urutan tertinggi dari semua jenis kanker. Dari berbagai laporan rumah sakit di Kediri tahun 2004 ditemukan 165 penderita kanker servik sedangkan tahun 2005 naik 170 penderita kanker servik (Laporan Dinkes dan PKTP Kota Kediri, 2006).
Gambaran yang paling akhir yang ada untuk kanker servik memperlihatkan bahwa sebanyak 4467 kasus. Sekitar 1800 kasus berakhir fatal. Dari keseluruhannya 85% dari wanita yang menderita kanker servik tidak pernah melakukan pap smear (Evennett, Karen, 2003 : 7).
KTI Kebidanan Pap smear sering kali belum mendapat prioritas dalam hidup kita, padahal departemen kesehatan RI menganjurkan bahwa semua wanita berusia 20-60 tahun harus melakukan pap smear paling tidak setiap lima tahun (Evennett, Karen, 2003: 3-4).
Akan tetapi masih banyak wanita yang kurang memperhatian tentang kesehatan diri, salah satu faktor penyebab mengapa wanita tidak mau melakukan pemeriksaan pap smear adalah Rasa takut dan malu begitu tebal dalam diri mereka sehingga sanggup mengabaikan risiko yang mungkin akan dihadapi. (http://www.sabah.org.my/bm/nasihat/wanita/papsmear .htm)
KTI Kebidanan Dari studi pendahuluan pada tanggal 03 Maret 2008, dari wawancara yang dilakukan dengan ketua RW yang mengelo Lokalisasi pada tahun 2007 didapatkan hanya 3 orang dari 220 wanita pekerja seks komersial yang melakukan pemeriksaan pap smear. Pada saat ini jumlah Pekerja Seks Komersial di eks Lokalisasi Kelurahan Semampir Kota Kediri sebanyak 200 orang. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada tanggal 4 april 2008 dengan 14 wanita pekerja seks komersial yang melakukan pemeriksaan di klinik “Seroja” ternyata belum ada yang melakukan pemeriksaan pap smear, padahal sudah di beri penjelasan oleh petugas kesehatan di klinik tersebut tentang pentingnya pemeriksaan pap smear.
Dari uraian diatas penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan wanita pekerja seks komersial tentang pemeriksaan Pap Smear di eks Lokalisasi Kelurahan Semampir Kota Kediri KTI Kebidanan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan permasalahan yaitu “Bagaimana Gambaran Pengetahuan Wanita Pekerja Seks Komersial Tentang Pemeriksaan Pap Smear di eks Lokalisasi Kelurahan Semampir Kota Kediri ?”

1.3 Tujuan Penelitian KTI Kebidanan
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui gambaran pengetahuan wanita pekerja seks komersial tentang pemeriksaan pap smear di eks Lokalisasi Kelurahan Semampir Kota Kediri.
1.3.2 Tujuan Khusus
1.3.2.1     Mengidentifikasi pengetahuan wanita Pekerja Seks Komersial tentang pengertian pemeriksaan pap smear.
1.3.2.2     Mengidentifikasi pengetahuan wanita Pekerja Seks Komersial tentang tujuan pemeriksaan pap smear.
1.3.2.3     Mengidentifikasi pengetahuan wanita Pekerja Seks Komersial tentang manfaat pemeriksaan pap smear.
1.3.2.4     Mengidentifintankasi pengetahuan Pekerja Seks Komersial tentang keuntungan pemeriksaan pap smear.
1.3.2.5     Mengidentifikasi pengetahuan Pekerja Seks Komersial tentang frekuensi pemeriksaan pap smear.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1    Bagi Peneliti Sebagai pengalaman nyata membuat KTI yang memberikan gambaran pada peneliti tentang pengetahuan pekerja seks komersial tentang pemeriksaan pap smear.
1.4.2    Bagi Institusi Pendidikan Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah informasi bagi mahasiswa agar dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya.
1.4.3    Bagi Tempat Penelitian Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan pengetahuan wanita pekerja seks komersial tentang pemeriksaan  pap smear KTI Kebidanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>